`aduhhhhh ... pagi2 udah cemberut`
`katanya kangen koq marah2 terus seh yank`
`bener kata mama, kamu ini gampang marah`
... hmmm ... hampir setiap hari kata2 itu meluncur dari mulutnya monci ...
sebabnya? ya apalagi kalo bukan kebiasaan2ku ini ...
aku emang suka cemberut, marah, bete kalo sesuatu terjadi tidak sesuai dengan rencanaku!
misal: monci telat jemput karena kesiangan bangun - padahal aku udah bilang buruan pulang kalo editan udah beres, atau monci lupa bawa sesuatu - padahal aku udah ingetin, atau monci tiba2 keliyengan - padahal aku udah ngotot nyuruh makan, atauuuuuuuuu ... monci mendadak kebelet pup tiap kali aku pengen makan bareng ... ihhh ... wajar kan kalo aku ngambek ...
temen2ku selalu heran kenapa kami selalu ribut buat hal2 gak penting, tapi apa yang menurutku penting, buat monci sangat gak penting banget, dan yang buat monci penting aku pikir bener2 soal sepele ...
masa' seh ... monci tu kalo pergi ke luar kota pagi2 ya pagi2 itu juga dia baru packing ... sementara aku ... pagi itu bangun tidur pasti langsung mandi, dan tinggal bawa barang2 bawaan yang udah aku siapin malemnya ... aku paling benci nungguin monci yang nyantai2 banget ini ...
kalo mau naik motor juga ... meskipun persiapannya sama: pakai cadar, pakai helm, pakai jaket ... tapi aku bisa 5 kali lebih cepet ngerjain itu semua daripada monci !!! gak tau aku yang ada turunan flash, atau emang monci yang lelettt ...
belum lagi ... monci tu susah banget suruh makan ... gampangin gitu pokoknya ... padahal kalo udah telat makan, dan ususnya meluntir gak karuan ... ya terpaksalah suster dadakan ini lembur ... huh! ...
jadi sekali lagi wajar kan kalo aku suka ngambekkk ...
ini bukan cuma masalah aku on time, dan monci gak on time ... tapi buat aku ... ini masalah memanfaatkan waktu sebaik mungkin, karena waktu buat barengan tu lumayan langka ... emang seh kita sekantor, tapi akunya masuk pagi, monci masuk malem ... jadi ... ya ... harap maklum ...
Sabtu, 23 Agustus 2008
Sabtu, 07 Juni 2008
sepotong cerita untuk kekasih ...
saat aku berumur 10 tahun, aku berpikir bahwa … aku tak seberuntung teman-temanku, karena aku tidak berasal dari keluarga kaya, aku harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang aku inginkan, inilah yang membuatku akhirnya hanya bisa bermimpi … bukan bermimpi seandainya orang tua ku bisa memberi apapun yang aku mau, tapi aku bermimpi seandainya aku menjadi “seseorang” pasti akan selalu bisa mendapatkan apa yang aku mau …
bermimpi akhirnya menjadi bagian diriku yang hampir selalu dipandang sebelah mata oleh orang lain, tanpa dihargai …
apa yang ada di pikiranmu saat berumur 10 tahun?
sepuluh tahun kemudian, saat aku berumur 20 tahun, hidupku masih diwarnai dengan mimpi … karena dari situlah segalanya berawal … semua yang aku dapatkan aku awali dengan mimpi-mimpiku, orang-orang yang dulu memandangku sebelah mata mulai berubah, sebagian bahkan menyampaikan kekagumannya padaku, namun masih banyak yang tak menghargaiku, di tahun-tahun ini aku mulai merasakan hidup yang sebenarnya, masa-masa sulit dalam hidupku pun dimulai, tapi aku bersyukur karena semua itu mendewasakanku, tak dihargai ataupun dipandang sebelah mata tak lagi cukup membuatku kecewa apalagi sakit hati, bukan berarti aku jadi benar-benar tegar, dan tak pernah sakit hati, aku sedih karena kehilangan, aku sedih karena merasa tak ada yang benar-benar mencintaiku, aku menjalani hubungan yang sebenarnya tak ku mengerti … namun lambat laun semuanya berubah … aku mulai merasakan kebahagiaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya …
ya !!! setelah bertemu denganmu, aku merasa sangat dicintai, aku menjadi diriku sendiri tanpa takut tak disukai, aku merasakan segalanya menjadi sangat indah, dan berwarna …
… dan harusnya kamu tahu, cinta yang kita jaga ini adalah hal paling berharga dalam hidupku, kini, dan nanti !!!
apa yang mewarnai hidupmu saat berumur 20 tahun?
delapan tahun lagi, jika Tuhan mengijinkan aku pasti akan menceritakan hal-hal yang aku dapatkan saat aku berumur 30 tahun … tapi aku berharap, sampai nanti cinta yang aku miliki saat ini tetap bisa kunikmati, dan akupun tetap merasakan kebahagiaan …
apa yang kamu dapatkan saat berumur 30 tahun?
ceritakan padaku … bahagiakah kamu saat ini? meski aku tahu, kamu pasti belum sepenuhnya bahagia sampai kamu menikah, dan membentuk sebuah keluarga … maafkan aku yang belum bisa mewujudkan harapanmu, maafkan aku yang membuatmu menunggu, maafkan aku yang tak pernah bisa berhenti merepotkanmu, maafkan aku yang belum juga bisa membuatmu bahagia …
ribuan kata maaf mungkin tak kan bisa menebus semua kesalahan yang kubuat padamu … namun maafkan aku yang kembali memohon maaf, karena tak banyak yang bisa aku lakukan di hari istimewamu …
bermimpi akhirnya menjadi bagian diriku yang hampir selalu dipandang sebelah mata oleh orang lain, tanpa dihargai …
apa yang ada di pikiranmu saat berumur 10 tahun?
sepuluh tahun kemudian, saat aku berumur 20 tahun, hidupku masih diwarnai dengan mimpi … karena dari situlah segalanya berawal … semua yang aku dapatkan aku awali dengan mimpi-mimpiku, orang-orang yang dulu memandangku sebelah mata mulai berubah, sebagian bahkan menyampaikan kekagumannya padaku, namun masih banyak yang tak menghargaiku, di tahun-tahun ini aku mulai merasakan hidup yang sebenarnya, masa-masa sulit dalam hidupku pun dimulai, tapi aku bersyukur karena semua itu mendewasakanku, tak dihargai ataupun dipandang sebelah mata tak lagi cukup membuatku kecewa apalagi sakit hati, bukan berarti aku jadi benar-benar tegar, dan tak pernah sakit hati, aku sedih karena kehilangan, aku sedih karena merasa tak ada yang benar-benar mencintaiku, aku menjalani hubungan yang sebenarnya tak ku mengerti … namun lambat laun semuanya berubah … aku mulai merasakan kebahagiaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya …
ya !!! setelah bertemu denganmu, aku merasa sangat dicintai, aku menjadi diriku sendiri tanpa takut tak disukai, aku merasakan segalanya menjadi sangat indah, dan berwarna …
… dan harusnya kamu tahu, cinta yang kita jaga ini adalah hal paling berharga dalam hidupku, kini, dan nanti !!!
apa yang mewarnai hidupmu saat berumur 20 tahun?
delapan tahun lagi, jika Tuhan mengijinkan aku pasti akan menceritakan hal-hal yang aku dapatkan saat aku berumur 30 tahun … tapi aku berharap, sampai nanti cinta yang aku miliki saat ini tetap bisa kunikmati, dan akupun tetap merasakan kebahagiaan …
apa yang kamu dapatkan saat berumur 30 tahun?
ceritakan padaku … bahagiakah kamu saat ini? meski aku tahu, kamu pasti belum sepenuhnya bahagia sampai kamu menikah, dan membentuk sebuah keluarga … maafkan aku yang belum bisa mewujudkan harapanmu, maafkan aku yang membuatmu menunggu, maafkan aku yang tak pernah bisa berhenti merepotkanmu, maafkan aku yang belum juga bisa membuatmu bahagia …
ribuan kata maaf mungkin tak kan bisa menebus semua kesalahan yang kubuat padamu … namun maafkan aku yang kembali memohon maaf, karena tak banyak yang bisa aku lakukan di hari istimewamu …
0ct 7th 2k7
happy bday ...
Label:
tentang cinta
cukup ...
cukup ...
tak lagi aku mampu jadi ekormu
remuk semua batu yang membangun raga
tumpah seluruh rasa yang kuatkan hati
cukup ...
tak lagi aku yakin, masih sanggup menjunjungmu
pikirku berujar pasti ringan yang menjemput
tapi mengapa berat yang kudapat?
cukup ...
ini pasti salah!
bukan ini yang aku mau!
cukup ...
seandainya tak ada cinta
tak mau lagi aku menghamba padamu
wahai rencana ...
tak lagi aku mampu jadi ekormu
remuk semua batu yang membangun raga
tumpah seluruh rasa yang kuatkan hati
cukup ...
tak lagi aku yakin, masih sanggup menjunjungmu
pikirku berujar pasti ringan yang menjemput
tapi mengapa berat yang kudapat?
cukup ...
ini pasti salah!
bukan ini yang aku mau!
cukup ...
seandainya tak ada cinta
tak mau lagi aku menghamba padamu
wahai rencana ...
Label:
tentang cinta
Jumat, 25 April 2008
kerja ... oh ... kerja
"aku nggak betah aja ...", "di tempat baru gajinya lebih gede ...", "ini bukan duniaku ..." kalimat itu hanyalah sedikit dari sekian banyak alasan yang aku pernah dengar, saat beberapa orang di sekitarku memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan lamanya ...
bekerja ... sebagian orang bekerja semata-mata untuk melanjutkan hidupnya ... dengan kata lain untuk mendapatkan uang ... namun ada juga yang memutuskan untuk tidak sekedar bekerja, tapi juga berkarir ... dan aku ... awalnya aku ingin berkarir setinggiiiiiiiii-tingginya ...
tapi ... seiring dengan bertambahnya umur, aku semakin sadar, bahwa sebagai manusia, tentu suatu saat aku harus membangun sebuah keluarga, dan sebagai perempuan ... tentu tidak ada alasan untuk lebih mementingkan pekerjaan dibanding keluarga ...beruntung ... di masa mudaku, aku sudah diberi kesempatan untuk menikmati berbagai jenis pekerjaan ... hingga akhirnya, aku berlabuh di dunia yang dulu hanyalah bagian dari mimpi masa depanku ... dunia yang dinamis, dan membutuhkan kekuatan ekstra untuk bertahan ... dunia jurnalistik!
ya ... di sinilah aku memutuskan untuk mendapatkan rezeki, sekaligus berkarir ... semakin hari, semakin aku sadar bahwa masih banyak yang aku harus pelajari ... dan aku semakin mengenal berbagai macam tipikal manusia ... teman-temanku datang dan pergi ...
dan dari sinilah aku mengerti ...
ketika seseorang memutuskan meninggalkan pekerjaannya, berarti ia telah melakukan dua hal baik, meskipun orang-orang di sekitarnya mungkin menyayangkan, dan mempertanyakan kepergiannya ... pertama: ia telah mengikuti kata hatinya, yang insya allah merupakan hal terbaik baginya, dan kedua: ia telah memberikan kesempatan pada orang lain yang tanpa ia sadari telah lama menunggu untuk menempati posisi sepertinya ...apapun itu ... yang pasti dunia ini semakin membuatku dewasa, danlam berpikir, dan bertindak ...
dan sampai hari ini, jika aku harus meninggalkan pekerjaanku untuk melangkah ke pekerjaan lain, makan alasannya adalah ... "aku ingin memperbanyak cerita masa mudaku, tanpa harus berhenti menyambung hidupku ..."
bekerja ... sebagian orang bekerja semata-mata untuk melanjutkan hidupnya ... dengan kata lain untuk mendapatkan uang ... namun ada juga yang memutuskan untuk tidak sekedar bekerja, tapi juga berkarir ... dan aku ... awalnya aku ingin berkarir setinggiiiiiiiii-tingginya ...
tapi ... seiring dengan bertambahnya umur, aku semakin sadar, bahwa sebagai manusia, tentu suatu saat aku harus membangun sebuah keluarga, dan sebagai perempuan ... tentu tidak ada alasan untuk lebih mementingkan pekerjaan dibanding keluarga ...beruntung ... di masa mudaku, aku sudah diberi kesempatan untuk menikmati berbagai jenis pekerjaan ... hingga akhirnya, aku berlabuh di dunia yang dulu hanyalah bagian dari mimpi masa depanku ... dunia yang dinamis, dan membutuhkan kekuatan ekstra untuk bertahan ... dunia jurnalistik!
ya ... di sinilah aku memutuskan untuk mendapatkan rezeki, sekaligus berkarir ... semakin hari, semakin aku sadar bahwa masih banyak yang aku harus pelajari ... dan aku semakin mengenal berbagai macam tipikal manusia ... teman-temanku datang dan pergi ...
dan dari sinilah aku mengerti ...
ketika seseorang memutuskan meninggalkan pekerjaannya, berarti ia telah melakukan dua hal baik, meskipun orang-orang di sekitarnya mungkin menyayangkan, dan mempertanyakan kepergiannya ... pertama: ia telah mengikuti kata hatinya, yang insya allah merupakan hal terbaik baginya, dan kedua: ia telah memberikan kesempatan pada orang lain yang tanpa ia sadari telah lama menunggu untuk menempati posisi sepertinya ...apapun itu ... yang pasti dunia ini semakin membuatku dewasa, danlam berpikir, dan bertindak ...
dan sampai hari ini, jika aku harus meninggalkan pekerjaanku untuk melangkah ke pekerjaan lain, makan alasannya adalah ... "aku ingin memperbanyak cerita masa mudaku, tanpa harus berhenti menyambung hidupku ..."
Label:
tentang pekerjaan
sampah
surabaya ... ibu kota propinsi jawa timur ini memang sedang banyak berbenah, dan yang paling bisa dilihat perubahannya adalah soal kebersihan ...
sebagai reporter yang setiap hari selalu berkeliling melintasi jalan-jalan protokol yang biasa dipadati kendaraan, saya melihat memang jalanan selalu terlihat bersih, nyaris tidak ada sampah yang berserakan, dan taman-taman kota juga mulai bermunculan ...
namun, sayangnya kebersihan ini terjaga bukan sepenuhnya karena kesadaran masyarakat, terutama pengguna jalan, tapi lebih karena adanya para petugas kebersihan, yang sering kali tergeletak kelelahan di rumput taman kota ...ya ... saya masih sering menjumpai pengguna jalan yang seenaknya melempar sampahnya dari dalam mobil, atau dari atas sepeda motor ... bahkan tak jarang (bisa dibilang hampir setiap hari) saya harus berteriak-teriak plus mencubit cameraman maupun driver liputan saya, karena mereka masih saja memelihara kebiasaan membuang sampah di jalan ... sementara saya selalu mengumpulkan sampah di tempat sampah mobil, atau di sudut tas saya, untuk kemudian dibuang di tempat sampah ...
padahal ... dinas kebersihan sudah menyediakan tempat sampah kecil di tepi jalan, yang jumlahnya juga banyak ... tapi nyatanya, tak banyak pengguna jalan yang memanfaatkan keberadaannya ... dan ini adalah masalah pertama terkait keberadaan tempat sampah di tepi jalan, masih ada masalah lain ... tempat sampah tersebut sebenarnya sudah dirancang sedemikian rupa, dengan dua kotak berwarna beda, satu kotak untuk sampah kering, dan kotak lainnya untuk sampah basah ... ini tentu bertujuan untuk memudahkan petugas mengolah sampah ... tapi lagi-lagi saya melihat kejanggalan ... saya melihat petugas yang menguras tempat sampah itu, memindahkan sampah dalam kotak yang sama ... yang artinya ... sampah kering dan basah yang sudah dipisahkan kembali bergabung dalam tempat yang sama !!!
sampah-sampah tersebut akhirnya juga dikumpulkan di tempat pembuangan akhir (tpa), dan di sana ... di atas gunung sampah yang tinggi dan luas ... ratusan pemulung dengan pakaian, dan peralatan seadanya memilah-milah, mana sampah yang bisa dimanfaatkan (dijual) oleh mereka, dan ada pula petugas yang memilah-milah, mana sampah yang bisa langsung dilebur menjadi limbah cair, dan sebagainya ... dan itu artinya ... pekerjaan mengurus sampah ini sungguh sangat tidak efektif, dan efisien bukan ?!?!?!?
sebagai reporter yang setiap hari selalu berkeliling melintasi jalan-jalan protokol yang biasa dipadati kendaraan, saya melihat memang jalanan selalu terlihat bersih, nyaris tidak ada sampah yang berserakan, dan taman-taman kota juga mulai bermunculan ...
namun, sayangnya kebersihan ini terjaga bukan sepenuhnya karena kesadaran masyarakat, terutama pengguna jalan, tapi lebih karena adanya para petugas kebersihan, yang sering kali tergeletak kelelahan di rumput taman kota ...ya ... saya masih sering menjumpai pengguna jalan yang seenaknya melempar sampahnya dari dalam mobil, atau dari atas sepeda motor ... bahkan tak jarang (bisa dibilang hampir setiap hari) saya harus berteriak-teriak plus mencubit cameraman maupun driver liputan saya, karena mereka masih saja memelihara kebiasaan membuang sampah di jalan ... sementara saya selalu mengumpulkan sampah di tempat sampah mobil, atau di sudut tas saya, untuk kemudian dibuang di tempat sampah ...
padahal ... dinas kebersihan sudah menyediakan tempat sampah kecil di tepi jalan, yang jumlahnya juga banyak ... tapi nyatanya, tak banyak pengguna jalan yang memanfaatkan keberadaannya ... dan ini adalah masalah pertama terkait keberadaan tempat sampah di tepi jalan, masih ada masalah lain ... tempat sampah tersebut sebenarnya sudah dirancang sedemikian rupa, dengan dua kotak berwarna beda, satu kotak untuk sampah kering, dan kotak lainnya untuk sampah basah ... ini tentu bertujuan untuk memudahkan petugas mengolah sampah ... tapi lagi-lagi saya melihat kejanggalan ... saya melihat petugas yang menguras tempat sampah itu, memindahkan sampah dalam kotak yang sama ... yang artinya ... sampah kering dan basah yang sudah dipisahkan kembali bergabung dalam tempat yang sama !!!
sampah-sampah tersebut akhirnya juga dikumpulkan di tempat pembuangan akhir (tpa), dan di sana ... di atas gunung sampah yang tinggi dan luas ... ratusan pemulung dengan pakaian, dan peralatan seadanya memilah-milah, mana sampah yang bisa dimanfaatkan (dijual) oleh mereka, dan ada pula petugas yang memilah-milah, mana sampah yang bisa langsung dilebur menjadi limbah cair, dan sebagainya ... dan itu artinya ... pekerjaan mengurus sampah ini sungguh sangat tidak efektif, dan efisien bukan ?!?!?!?
Label:
tentang sekitar
Kamis, 24 April 2008
love my job much !!!
hahhhhhh ... menyenangkan sekali hidupku!
"jurnalis" ini adalah pekerjaan yang aku impikan sejak kecil ... really! aku inget banget waktu masih sd, smua temen2ku bercita2 jadi dokter, insinyur, arsitek, guru, astronot, dan sejuta cita2 impian standar anak kecil lainnya ... dan namanya anak kecil, karena takut dibilang aneh, kalo ada yang nanyain cita2 aku juga bilang pengen jadi bla...bla...bla itu ... padahallllllll ... jauh di lubuk hatiku, aku pengen jadi penyiar tipi yang baca brita ... hikz! kalo lagi sendirian, aku suka pura2 lagi di depan kamera, trus baca buku cerita yang aku punya dengan nada baca berita alakadarnya ... hehehe ...
sampai pada suatu ketika ... pas lagi rame2nya reformasi, dan aku masih smp, tiba2 aku keceplosan ngomong ama almarhum papa ... "pa! aku pengen tu jadi wartawan, terus ngeliput kejadian2 kaya' gitu", dan papa bilang "jangan! pokoknya jangan jadi jurnalis, jangan berpolitik, bahaya!" ... hancurlah hatiku saat itu ... tapi bukan berarti aku berhenti berharap jadi jurnalis! pas aku niat kuliah di komunikasi papa juga udah curiga "hayo! gak boleh kuliah jurnalistik", dan aku pun jawab "ya udah, kan bisa jadi PR", hehehe ... palsuuuu ...
tapi seiring dengan berjalannya waktu ... alhamdulillah semua jalan menuju profesi jurnalis sepertinya makin terbuka buat aku ... dan jadilah aku news presenter, dan reporter, yang loncat dari satu stasiun tipi ke stasiun tipi lainnya ... hikz! maafin aku ya paaaaaa ... sekarang aku jadi jurnalis, dan sangat menikmati ...
yaaaaa ... aku sangat mencintai pekerjaanku ini ... aku belajar banyak dari sini ... terima kasih ya Allah ...
"jurnalis" ini adalah pekerjaan yang aku impikan sejak kecil ... really! aku inget banget waktu masih sd, smua temen2ku bercita2 jadi dokter, insinyur, arsitek, guru, astronot, dan sejuta cita2 impian standar anak kecil lainnya ... dan namanya anak kecil, karena takut dibilang aneh, kalo ada yang nanyain cita2 aku juga bilang pengen jadi bla...bla...bla itu ... padahallllllll ... jauh di lubuk hatiku, aku pengen jadi penyiar tipi yang baca brita ... hikz! kalo lagi sendirian, aku suka pura2 lagi di depan kamera, trus baca buku cerita yang aku punya dengan nada baca berita alakadarnya ... hehehe ...
sampai pada suatu ketika ... pas lagi rame2nya reformasi, dan aku masih smp, tiba2 aku keceplosan ngomong ama almarhum papa ... "pa! aku pengen tu jadi wartawan, terus ngeliput kejadian2 kaya' gitu", dan papa bilang "jangan! pokoknya jangan jadi jurnalis, jangan berpolitik, bahaya!" ... hancurlah hatiku saat itu ... tapi bukan berarti aku berhenti berharap jadi jurnalis! pas aku niat kuliah di komunikasi papa juga udah curiga "hayo! gak boleh kuliah jurnalistik", dan aku pun jawab "ya udah, kan bisa jadi PR", hehehe ... palsuuuu ...
tapi seiring dengan berjalannya waktu ... alhamdulillah semua jalan menuju profesi jurnalis sepertinya makin terbuka buat aku ... dan jadilah aku news presenter, dan reporter, yang loncat dari satu stasiun tipi ke stasiun tipi lainnya ... hikz! maafin aku ya paaaaaa ... sekarang aku jadi jurnalis, dan sangat menikmati ...
yaaaaa ... aku sangat mencintai pekerjaanku ini ... aku belajar banyak dari sini ... terima kasih ya Allah ...
Label:
tentang pekerjaan
maaf
semoga masih ada maaf yang mengalir untukku ...
maaf untuk kata2 yang menyinggung rasa
maaf untuk perbuatan yang menggores luka
maaf untuk keputusan yang menoreh luka
maaf untuk rasa yang tak dapat ku jaga
maaf untuk cinta yang tak dapat ku pelihara
maaf untuk luka yang tak dapat ku sembuhkan
maaf untuk jiwa yang tak dapat ku hangatkan
maaf untuk hubungan yang tak dapat ku teruskan
maaf untuk amarah yang tak dapat ku pendam
maaf untuk nafsu yang tak dapat ku tahan
maaf untuk lara yang ku ciptakan
maaf untuk ketulusan yang ku nodai
maaf untuk senyum yang ku acuhkan
maaf untuk hati yang ku patahkan
maaf untuk harapan yang ku hancurkan
maaf untuk mimpi yang tak ku perjuangkan
maaf untuk hidup yang ku porak porandakan
maafkan aku, dengan segala kekuranganku ...
maaf untuk kata2 yang menyinggung rasa
maaf untuk perbuatan yang menggores luka
maaf untuk keputusan yang menoreh luka
maaf untuk rasa yang tak dapat ku jaga
maaf untuk cinta yang tak dapat ku pelihara
maaf untuk luka yang tak dapat ku sembuhkan
maaf untuk jiwa yang tak dapat ku hangatkan
maaf untuk hubungan yang tak dapat ku teruskan
maaf untuk amarah yang tak dapat ku pendam
maaf untuk nafsu yang tak dapat ku tahan
maaf untuk lara yang ku ciptakan
maaf untuk ketulusan yang ku nodai
maaf untuk senyum yang ku acuhkan
maaf untuk hati yang ku patahkan
maaf untuk harapan yang ku hancurkan
maaf untuk mimpi yang tak ku perjuangkan
maaf untuk hidup yang ku porak porandakan
maafkan aku, dengan segala kekuranganku ...
Label:
tentang cinta
Langganan:
Postingan (Atom)
