Sabtu, 11 Oktober 2008

pms - pre married syndrome

slug : get married
persons : santika / ririn
date : oct 6 th 2k8
location : amore kertajaya
-----------------------------------------------------------
banyak orang bilang/ seberapa-pun lamanya sepasang kekasih berpacaran/ meski hubungannya baik-baik saja/ pasti di masa-masa mendekati pernikahan akan terjadi guncangan hebat pada hubungan tersebut// ini karena ada perbedaan visi yang baru disadari/ perempuan mempunyai impian untuk menikah/ sedangkan lelaki mempunyai impian untuk membina keluarga// benarkah demikian?//
***********************************************

itulah yang disebut p-m-s/ pre married syndrome/ begitu kata ririn/ sesaat setelah mendengar keluh kesahku seputar hubungan yang terasa semakin tak bernyawa/ dan keributan-keributan seputar pernikahan yang semakin sering terjadi//

menurut ririn/ itu hal yang sangat biasa terjadi// karena di saat seperti inilah/ sebuah perbedaan visi antara sepasang kekasih baru terlihat// perempuan/ secara tidak sadar selalu berpikir soal pernikahan/ sedangkan lelaki berpikir/ bagaimana membina sebuah keluarga//

ini bukan berarti perempuan samasekali tak memikirkan bagaimana keluarganya kelak/ dan sebaliknya/ lelaki bukan tak peduli dengan pernikahan// namun/ ada perbedaan skala prioritas di sini// dan menurut ririn/ ini adalah bagian yang harus dilalui//

soundbite : ririn - seorang sahabat
"tapi jangan menghindar, ini adalah bagian yang pasti, dan harus dilalui"

ririn juga menambahkan/ menikah bukan berarti petualangan hidup berakhir/ tapi justru sebuah lembaran hidup yang baru harus dijalani//


thx to ririn,
a women, a wife, a best friend with a great patience ...

Jumat, 10 Oktober 2008

" menteri perpajakan "

belakangan ... jabatan menteri perpajakan melekat padaku ... hmmm ... lebih tepatnya aku ini adalah tukang palak di kantor ... :p

iya, ... orang2 kantorku yang jumlahnya gak sampe 40 orang ini termasuk dalam golongan doyan makan, sumpah! kerupuk yang udah gak pantes disebut kerupuk, alias melempem aja gak bakalan bertahan lama di meja tengah ...

... dan kisah ini dimulai dari awal puasa tahun ini ...
karena gak ada subsidi takjil dari kantor, maka kita pun harus swadaya demi menyapu dahaga pas buka puasa, ... maka si menteri perpajakan ini pun beraksi !!!

gak ada satu orang pun di kantor ini yang luput dari serangan-ku, bahkan orang2 yang tergolong pasukan pait akhirnya keluar duit juga ... hihihi ... (belakangan aksi malakin pasukan pait yang butuh waktu lumayan lama ini jadi tontonan favorit temen2 yang lain ... dasarrrr !!!)

hahhhhh .... sebulan jadi panitia takjil, ... ritual setiap pagi adalah merancang menu hari ini bersama para asisten, alias para ob di kantor, trusss ... dilanjutkan dengan meramu menu takjil sepulang liputan ... es buah, es kopyor sintetis, es cao, es jeruk, es blewah, es kelapa muda, dan es-es lainnya yang resepnya kita karang sendiri, untuk memperbanyak variasi menu ... plus beli2 makanan kecil, buah, dan gorengan ... nah khusus yang terakhir ini, aku bener2 galak ama para peminatnya ... gorengan gak cuman dua kali seminggu, gak sehat!

dan ternyata, sebulan jadi panitia takjil belum cukup, aku masih harus malakin orang2 kantor demi makan2 di hari lebaran ... gak berhenti sampe di situ, duit yang pas2an ini harus dibelanjain macem2 bahan yang harganya jelas melangit ...

trussss ... kita masak2 sendiri ... hari terakhir puasa, sebagian besar penghuni kantor seolah lupa ama job disk yang sebenarnya ... semuanya tumplek blek di pantry berukuran 2x3 meter itu ...

bikin ketupat, motongin sayuran, motongin daging, nyiapin bumbu, .... dan akhirnya memasak!
menu2 istimewa pun akhirnya berhasil disajikan di hari lebaran: ketupat, sayur manisa, opor ayam, sambal goreng ati, sambal bajak, plus kerupuk ...

tapiiiiiiii ... semua ini bikin orang2 kantor makin ketagihan masak2 di kantor, bikin lah, nasi penyetan lah, rujakan lah, ... dan sekali lagi akulah koordinatornya ... ya malakin, ya masak ...

bahkan, pas cowok2 kantor pada pengen beli2 alat musik, aku juga yang suruh malakin orang sekantor .... :(

aduhhhhhhhhh ... teganya kalian memanfaatkan kegalakanku ...

Jumat, 19 September 2008

... alhamdulillah ...


alhamdulillah ... akhirnya mimpi kami jadi kenyataan ...
kami ingin punya rumah sebelum menikah ... tadinya sempat berpikir ini hanyalah idealisme sepasang kekasih yang akan segera menikah ... ya ... apa jadinya kalau setelah menikah kami tak juga mampu membeli rumah ... takut ... bukan tidak percaya bahwa Allah pasti akan memberi jalan ... tapi bukankah semua harus dipersiapkan selagi mampu ...

sempat deg-degan ... beneran ini rumah kita? ... fiuhhh ... setelah berbulan-bulan mengumpulkan brosur perumahan, telpon-telpon marketing perumahan, dan menghabiskan hari libur di atas motor, dan keliling melihat-lihat perumahan dari ujung ke ujung, akhirnya ... di satu titik ... ketika rasanya energi sudah habis terkuras, semangat ludes terbuang, dan tak ada harapan tersisa, kami malah menemukan rumah ini ...

... rumah mungil, yang baru beberapa bulan ditinggal pemiliknya, dan dijual dengan harga yang bisa kami jangkau ...
bismillah ... kami mulai melakukan proses pembelian rumah ini ...
dan alhamdulillah ... semuanya berjalan lancar ...

meski masih tabungan menipis
meski ini berarti kami akan punya tanggungan utang sampai belasan tahun ke depan
tapi, ... inilah mimpi indah kami yang akhirnya terwujud ...

hahaha ... dan ternyata, setelah pintu rumah ini kami buka, dan kami kelilingi dengan senyum yang selalu terkembang, ... masih banyak lagi yang harus kita lakukan dengan rumah ini ...

... pokoknya kita harus ngecat dulu ..., kata monci
... tamannya dibenerin ya ..., aku bilang
... kita butuh karpet ini ..., kata monci
... wah, panas ... kaya'nya emang harus beli kipas angin ..., aku bilang

ya Allah ... terima kasih karena atas karuniamu ...
rumah ini adalah anugerah bagi kami, tapi pasti juga mengandung ujian di dalamnya ...

... sabar ya sayang ... setelah beli rumah kita harus menabung lagi untuk menikah ...
aku yakin, rumah ini bisa menjadi tempat paling nyaman bagi kita kelak ...
rumah ini akan melindungi kita dengan caranya sendiri, asalkan kita melengkapinya dengan cinta ...



Minggu, 14 September 2008

tak berhenti kehilangan ...


pagi ini mataku sembab
sengaja tak ada usaha mengompres mata degan selembar kapas dingin
biar semua tahu ...

hati ini sedang terluka
bukan luka baru, tapi luka lama yang tak pernah tertutup

pikiran ini kacau
bukan karena masalah baru, tapi sudah lama tak pernah ada penyelesaiannya

empat tahun berlalu, dan ...

aku tak pernah bisa mengusir sepiku
aku tak pernah bisa menggapai peganganku
aku tak pernah bisa menemukan pelindungku

bukan, bukan aku tak menganggap sang kekasih yang setia di sisi

tapi semua berbeda ...

aku tak pernah rela malaikat pelindungku pergi
aku tak pernah rela pilar sandaranku diambil
aku sudah coba ikhlas
tapi tetap aku tak rela

maka, jangan lagi bertanya jika mendapati mataku sembab
karena semalaman memeras air mata
karena semalaman merintih dalam duka
karena semalaman meratapi waktu
karena semalaman merindukan papa ...

Sabtu, 23 Agustus 2008

jadi, apa yang salah ...

`aduhhhhh ... pagi2 udah cemberut`
`katanya kangen koq marah2 terus seh yank`
`bener kata mama, kamu ini gampang marah`


... hmmm ... hampir setiap hari kata2 itu meluncur dari mulutnya monci ...
sebabnya? ya apalagi kalo bukan kebiasaan2ku ini ...

aku emang suka cemberut, marah, bete kalo sesuatu terjadi tidak sesuai dengan rencanaku!
misal: monci telat jemput karena kesiangan bangun - padahal aku udah bilang buruan pulang kalo editan udah beres, atau monci lupa bawa sesuatu - padahal aku udah ingetin, atau monci tiba2 keliyengan - padahal aku udah ngotot nyuruh makan, atauuuuuuuuu ... monci mendadak kebelet pup tiap kali aku pengen makan bareng ... ihhh ... wajar kan kalo aku ngambek ...

temen2ku selalu heran kenapa kami selalu ribut buat hal2 gak penting, tapi apa yang menurutku penting, buat monci sangat gak penting banget, dan yang buat monci penting aku pikir bener2 soal sepele ...

masa' seh ... monci tu kalo pergi ke luar kota pagi2 ya pagi2 itu juga dia baru packing ... sementara aku ... pagi itu bangun tidur pasti langsung mandi, dan tinggal bawa barang2 bawaan yang udah aku siapin malemnya ... aku paling benci nungguin monci yang nyantai2 banget ini ...

kalo mau naik motor juga ... meskipun persiapannya sama: pakai cadar, pakai helm, pakai jaket ... tapi aku bisa 5 kali lebih cepet ngerjain itu semua daripada monci !!! gak tau aku yang ada turunan flash, atau emang monci yang lelettt ...

belum lagi ... monci tu susah banget suruh makan ... gampangin gitu pokoknya ... padahal kalo udah telat makan, dan ususnya meluntir gak karuan ... ya terpaksalah suster dadakan ini lembur ... huh! ...

jadi sekali lagi wajar kan kalo aku suka ngambekkk ...
ini bukan cuma masalah aku on time, dan monci gak on time ... tapi buat aku ... ini masalah memanfaatkan waktu sebaik mungkin, karena waktu buat barengan tu lumayan langka ... emang seh kita sekantor, tapi akunya masuk pagi, monci masuk malem ... jadi ... ya ... harap maklum ...



Sabtu, 07 Juni 2008

sepotong cerita untuk kekasih ...

saat aku berumur 10 tahun, aku berpikir bahwa … aku tak seberuntung teman-temanku, karena aku tidak berasal dari keluarga kaya, aku harus berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang aku inginkan, inilah yang membuatku akhirnya hanya bisa bermimpi … bukan bermimpi seandainya orang tua ku bisa memberi apapun yang aku mau, tapi aku bermimpi seandainya aku menjadi “seseorang” pasti akan selalu bisa mendapatkan apa yang aku mau …
bermimpi akhirnya menjadi bagian diriku yang hampir selalu dipandang sebelah mata oleh orang lain, tanpa dihargai …
apa yang ada di pikiranmu saat berumur 10 tahun?

sepuluh tahun kemudian, saat aku berumur 20 tahun, hidupku masih diwarnai dengan mimpi … karena dari situlah segalanya berawal … semua yang aku dapatkan aku awali dengan mimpi-mimpiku, orang-orang yang dulu memandangku sebelah mata mulai berubah, sebagian bahkan menyampaikan kekagumannya padaku, namun masih banyak yang tak menghargaiku, di tahun-tahun ini aku mulai merasakan hidup yang sebenarnya, masa-masa sulit dalam hidupku pun dimulai, tapi aku bersyukur karena semua itu mendewasakanku, tak dihargai ataupun dipandang sebelah mata tak lagi cukup membuatku kecewa apalagi sakit hati, bukan berarti aku jadi benar-benar tegar, dan tak pernah sakit hati, aku sedih karena kehilangan, aku sedih karena merasa tak ada yang benar-benar mencintaiku, aku menjalani hubungan yang sebenarnya tak ku mengerti … namun lambat laun semuanya berubah … aku mulai merasakan kebahagiaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya …
ya !!! setelah bertemu denganmu, aku merasa sangat dicintai, aku menjadi diriku sendiri tanpa takut tak disukai, aku merasakan segalanya menjadi sangat indah, dan berwarna …
… dan harusnya kamu tahu, cinta yang kita jaga ini adalah hal paling berharga dalam hidupku, kini, dan nanti !!!
apa yang mewarnai hidupmu saat berumur 20 tahun?

delapan tahun lagi, jika Tuhan mengijinkan aku pasti akan menceritakan hal-hal yang aku dapatkan saat aku berumur 30 tahun … tapi aku berharap, sampai nanti cinta yang aku miliki saat ini tetap bisa kunikmati, dan akupun tetap merasakan kebahagiaan …
apa yang kamu dapatkan saat berumur 30 tahun?

ceritakan padaku … bahagiakah kamu saat ini? meski aku tahu, kamu pasti belum sepenuhnya bahagia sampai kamu menikah, dan membentuk sebuah keluarga … maafkan aku yang belum bisa mewujudkan harapanmu, maafkan aku yang membuatmu menunggu, maafkan aku yang tak pernah bisa berhenti merepotkanmu, maafkan aku yang belum juga bisa membuatmu bahagia …

ribuan kata maaf mungkin tak kan bisa menebus semua kesalahan yang kubuat padamu … namun maafkan aku yang kembali memohon maaf, karena tak banyak yang bisa aku lakukan di hari istimewamu …
0ct 7th 2k7
happy bday ...

cukup ...

cukup ...
tak lagi aku mampu jadi ekormu
remuk semua batu yang membangun raga
tumpah seluruh rasa yang kuatkan hati

cukup ...
tak lagi aku yakin, masih sanggup menjunjungmu
pikirku berujar pasti ringan yang menjemput
tapi mengapa berat yang kudapat?

cukup ...
ini pasti salah!
bukan ini yang aku mau!

cukup ...
seandainya tak ada cinta
tak mau lagi aku menghamba padamu
wahai rencana ...